Artikel Alat BeratMemahami Pentingnya Kontrol Padatan di Industri Pengeboran

June 3, 2021by XCMG Indodrill0

Limbah adalah produk yang tidak bisa dipisahkan dari setiap industri konstruksi. Namun, ada permasalahan yang cukup mendasar terjadi. Bukan tentang berapa besar limbah dihasilkan, tetapi bagaimana cara pengelolaannya.

Dalam mengatasi hal tersebut, ada beberapa metode yang cukup populer. Pengendalian padatan adalah mekanisme yang dilakukan untuk mengatasi konstruksi tanpa parit. Ditambah setiap konstruksi tentunya memiliki metode pengendalian sendiri-sendiri.

Metode pengendalian padatan sendiri telah memunculkan banyak teknologi lanjutan. Sebagai contoh, insinerasi, bioremediasi, dan desorpsi termal banyak tersedia. Hasilnya, banyak industri yang mampu mengelola limbah pengobaran dengan baik.

Apa Itu Kontrol Padatan?

Kontrol padatan merupakan proses dimana partikel padat yang dihasilkan dari potongan batuan selama proses pengeboran dipisahkan dari lumpur. Proses ini biasanya mengandalkan teknologi khusus untuk mendapatkan pemisahan optimal.

Pengendalian padatan semakin menjadi prioritas di tengah permintaan meminimalkan dampak kerusakan lingkungan. Tanpa tindakan ini, kerusakan lingkungan akibat limbah pengeboran terus meningkat. Hasilnya, area sekitar pengeboran menjadi lebih mengkhawatirkan.

Proses ini memberikan keuntungan lain berupa peningkatan dalam padatan. Metode pengendalian ini mampu meningkatkan pemisahan limbah. Rata-rata, pemisahan bisa menghasilkan pengurangan limbah setidaknya 8.000 barel atau sekitar 10%.

Selain itu, pengurangan padatan pada lumpur pengeboran memberikan dampak lain. Proses tersebut memberikan kecocokan untuk resirkulasi dalam sistem. Dalam proses ini, ada beberapa komponen penting selama proses kontrol padatan.

Setidaknya ada lebih dari 10 peralatan penting selama proses kontrol padatan. Misalnya saja adalah Shale Shaker yang berfungsi menghilangkan padatan berukuran besar. Sedangkan untuk menghilangkan padatan kecil menggunakan Desilter.

Hydroclones menjadi komponen yang bertugas mempercepat proses pengendapan. Pompa Sentrifugal memberikan tekanan umpan serta volume untuk mengoperasikan Hydroclone. Decanter Centrifuge bertugas memenuhi standar keamanan lingkungan dengan memulihkan parit.

Selain itu, masih ada beberapa peralatan penting dalam kontrol padatan. Misalnya saja adalah penghilang minyak vakum, Mud Cooler, pengering stek, pembersih lumpur, dewatering, pengumpul stek, hingga tangki lumpur.

Pentingkah Kontrol Padatan?

Pada dasarnya, teknologi kontrol padatan mampu memberikan masa pakai fluida 2-3 kali lebih banyak. Kemampuan seperti ini sangat diinginkan oleh berbagai industri pengeboran. Jadi, pengeluaran setiap tahun juga akan berkurang.

Selain itu, pengendalian padatan memberikan kesempatan pengelolaan limbah pengeboran lebih ekonomis. Bahkan, ketika tuntutan dari masyarakat membutuhkan biaya mahal. Namun, kontrol padatan bisa menekan biaya hingga tahap paling rendah.

Meskipun begitu, kandungan lumpur dalam mekanisme ini harus dipertahankan di bawah 5%. Jika lebih dari itu, maka Filter Cake akan berkurang. Akibatnya, ketebalan Cake juga berpengaruh pada Filter Downhole.

Selain itu, dampak buruk adanya padatan berlebih juga menyebabkan penetrasi mata bor berkurang. Risiko ketidakstabilan lubang sumur juga akan terus meningkat seiring waktu dan pada akhirnya meningkatkan biaya.

Pengendalian Padatan yang Efektif

Ketika sistem yang dipakai mampu bekerja secara efektif, maka proses pengendalian juga berjalan lancar. Namun, harus ada kontrol untuk memastikan padatan dari berbagai ukuran terbuang dengan benar.

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah menyesuaikan dengan kondisi tanah pengeboran. Setiap jenis tanah membutuhkan metode padatan yang berbeda. Apalagi proses pemisahan juga akan berdampak pada lingkungan sekitar.

Permasalahannya adalah pada saat pertama kali pompa keluar dari lubang bor. Pada kondisi ini, langkah paling tepat adalah membuang sebanyak mungkin stek besar. Namun, perlu diperhatikan jangan sampai mempengaruhi fluida.

Semua proses tersebut hanya bisa berjalan efektif ketika kontrol terpasang dengan benar. Laju sirkulasi lumpur juga perlu diperhatikan. Biasanya, angka yang direkomendasikan adalah 100%-125% dari laju sirkulasi lumpur.

Pengelolaan Limbah dan Pembuangan

Hal yang cukup menjadi persoalan adalah bagaimana cara mengelola limbah. Meskipun sudah banyak metode untuk pengendalian limbah, tetapi terkadang juga ada masalah yang cukup rumit.

Ada berbagai metode yang bisa dipakai untuk mengelola limbah. Beberapa diantaranya adalah pemotongan injeksi ulang, pengeringan, enkapsulasi, hingga desoprsi termal. Semua metode tersebut bisa disesuaikan berdasarkan karakter limbah.

Misalnya adalah limbah non-toksik yang pada dasarnya tidak membutuhkan pengelolaan lebih lanjut. Namun, karena kandungannya adalah lumpur berbasis sintetik maka perlu pengelolaan sebelum limbah dibuang.

Permasalahan pada limbah pengeboran memang cukup penting. Banyak tuntutan untuk menjaga lingkungan sekitar pengeboran. Oleh sebab itu, metode kontrol padatan menjadi alternatif selain untuk menekan biaya pengelolaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *