Artikel Alat BeratMencampur Lumpur: Ilmu Cairan Pengeboran dalam HDD

July 5, 2021by XCMG Indodrill0

Ilmu fluida adalah satu ilmu penting dalam industri pengeboran. Konstruksi tanpa parit menjadi titik keberhasilan dari lumpur bor. Bahkan, hal tersebut menjadi kontributor paling penting dari semua proses pengeboran.

Horizontal Directional Drilling (HDD) atau pengeboran terarah horizontal akan jauh lebih efektif ketika cairan pengeboran efisien. Ketika ada masalah pada lumpur bor, bisa saja hal tersebut memicu potensi retakan.

Namun, dengan memahami ilmu fluida hal tersebut bisa dihindari. Terlebih lagi dengan memilih aditif tepat supaya proses pengeboran lebih efisien. Proses lumpur bor juga kemudian lebih cepat dilakukan.

Mengenal Apa Fungsi Lumpur Bor

Pada dasarnya, lumpur pengeboran adalah cairan dipompa ke HDD lubang bor. Proses ini memiliki banyak fungsi. Semua fungsi tersebut memegang kunci dalam keberhasilan bor tersebut.

Setidaknya ada 3 fungsi yang dimiliki oleh lumpur bor. Pertama adalah mendinginkan dan melumasi kepala pengeboran. Kedua adalah menangguhkan stek dan ketiga adalah menstabilkan lubang bor itu sendiri.

Dalam proses pengeboran, kepala bor yang bergesekan dengan tanah dan bebatuan akan menimbulkan panas. Hadirnya fluida adalah untuk mengurangi gesekan tersebut sehingga panas bisa langsung ditekan.

Selain itu, penghapusan stek juga merupakan salah satu bagian proses HDD. Hal tersebut berkaitan dengan jenis fluida yang dipakai. Setiap jenis tanah membutuhkan jenis spesifik pada fluida.

Lumpur bor yang terpasang dengan efektif akan membuat endapan berada di samping lubang. Namun, ketika fluida yang dipakai tidak sesuai, maka akan menyebabkan frac-out. Ini semacam fluida menerobos dinding samping.

Mengenal Apa Itu Lumpur Pengeboran

Salah satu material penting dalam lumpur pengeboran adalah minyak. Biasanya, ini juga disebut sebagai lumpur berbasis minyak dengan toksisitas rendah. Namun, ada karakter lain yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu.

Ada bahan sekunder yang bernama Bentonit. Bentonit merupakan mineral yang biasanya cukup umum ditemui pada lapisan tanah liat. Biasanya Bentonit juga membentuk material seperti kue pada lubang bor.

Lumpur bor yang menggunakan air atau WBM perlu mendapatkan perhatian khusus. Ph dalam air hari tidak boleh kurang dari 8,5 dan tidak boleh lebih 9,5.

Material penting lain adalah aditif. Karena kebutuhan semakin banyak, maka ada beberapa aditif yang bisa dipakai. Sebut saja seperti Polyaluminum chloride, poliakrilamida terhidrolisis, hingga polimer lain.

Ilmu Membuat Campuran yang Terbaik

Memahami struktur dan material tanah adalah langkah awal memulai pengeboran. Semakin baik pemahaman terhadap geoteknik, maka semakin baik prosesnya. Jalur HDD juga akan menerima fluida yang tepat selama proses bor.

Frac-out dan borehole collapse adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Namun, kedua masalah tersebut juga sangat mungkin dihindari. Semuanya tergantung dari campuran lumpur pengeboran yang dibuat apakah efisien atau tidak.

Kedua masalah tersebut sebenarnya bisa dihindari menggunakan metode biasa. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan jadi lebih lama dan biayanya lebih mahal. Efisiensi dalam prosesnya juga menjadi menurun.

Salah satu kekhawatiran selama pengeboran adalah bagian kepala bor. Pelumas yang kurang efektif akan menyebabkan inefisiensi. Lebih parahnya akan membuat kepala bor tidak mampu menembus lapisan tanah tersebut.

Hal yang cukup penting adalah memperhatikan urutan pencampuran. Jangan sampai menambahkan polimer sebelum adanya bentonit. Jika dilakukan maka akan memicu masalah berupa terjadinya balling.

Dalam ilmu fluida, pemahaman terhadap kimia dan struktur tanah cukup penting. Setiap tanah memiliki karakter berbeda-beda. Jadi, ketika salah memberikan fluida bisa menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan.

Berapa Lumpur Bor yang Dibutuhkan?

Pada dasarnya, parameter kunci keberhasilan HDD adalah menyesuaikan volume pengeboran lumpur supaya tidak menimbulkan masalah. Hal tersebut nanti akan berpengaruh terhadap lubang pipa dan kecepatan volume yang ditentukan sesudahnya.

Setidaknya ada empat parameter penting yang perlu diperhatikan.

Pertama adalah menentukan ukuran lubang yang sebenarnya.

Kedua adalah memperhatikan rasio antara fluida dengan karakter tanah yang dihitung berdasarkan rumus tertentu.

Ketiga adalah bagaimana menentukan panjang batang serta keluaran pompa setelah prosesnya berjalan. Sedangkan yang terakhir adalah memahami berapa jumlah lumpur pengeboran. Keempat parameter ini yang akan menjadi kunci kesuksesan HDD.

Proses ini memang sangat membutuhkan berbagai hal sebagai kunci kesuksesan. Ilmu fluida yang diharapkan mampu memberikan kesuksesan adalah hal penting. Jadi selama prosesnya berjalan lancar, maka tidak akan ada masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *