Artikel Alat BeratPemanfaatan Pengeboran Panas Bumi Atau Geothermal

July 9, 2021by XCMG Indodrill0

Banyak sekali manfaat dari pengeboran panas bumi atau geothermal, terutama di Indonesia yang sudah dikenal akan kekayaan alamnya. Pemerintah juga terus mencanangkan untuk memanfaatkan energi tersebut dengan baik.

Apalagi Indonesia menjadi negara yang memiliki geothermal yang besar. Walaupun begitu pemanfaatan potensi tersebut tidak dilakukan dengan baik. Posisi Indonesia sendiri sangatlah strategis untuk menyimpan kekayaan alam.

Indonesia berada pada wilayah lempengan tektonik dan juga garis khatulistiwa, sehingga membuat negara Indonesia memiliki cadangan energi yang cukup besar. Selain itu juga memiliki energi cadangan fosil ataupun non fosil.

Cadangan fosil tersebut adalah seperti minyak, gas, ataupun batu bara. Sedangkan energi non fosil yaitu matahari, air, udara dan lainnya. Hal tersebut tentunya menguntungkan negara apabila dapat memanfaatkan dengan baik.

Pengeboran panas bumi atau geothermal dapat menjadi energi terbarukan menggantikan energi fosil. Dengan pemanfaatan tersebut maka bisa diperkirakan bahwa pertahunnya akan mengalami kenaikan prosentase dalam menggunakan sumber daya baru.

Jumlah geothermal di Indonesia sendiri sebanyak 11.073MWe dan memiliki cadangan sekitar 17.506MWe. Maka jika potensinya digunakan dengan baik untuk pembangkit listrik maka kapasitasnya sekitar 18% dari total listrik sekarang ini.

Dengan penyebaran energi geothermal yang hampir merata, dapat ditemukan lebih 300 titik dari Sabang hingga Merauke. Energi tersebut dapat digunakan untuk energi listrik dan mengurangi BBM atau bahan bakar minyak.

Pengeboran Panas Bumi Atau Geothermal Terbesar

Pemanfaatan pengeboran energi geothermal secara serius maka akan bisa mengatasi adanya krisis listrik yang sering terjadi di beberapa daerah. Hal itu tentu akan mempengaruhi dan menghambat aktivitas masyarakat.

Energi geothermal sendiri merupakan energi panas yang terkandung di dalam fluida air seperti dalam uap, car ataupun campuran keduanya. Kandungan tersebut berada dengan kedalaman 1 KM di bawah permukaan bumi.

Fluida panas tersebut memiliki suhu dan juga tekanan yang cukup tinggi. Bahkan, beberapa mempunyai suhu lebih 300 derajat celsius. Hal tersebut menjadikan panas bumi sebagai penyedia energi masif.

Energi geothermal yang berasal dari sebuah sistem geothermal di bumi. Sistem tersebut terdiri dari batuan panas dengan kedalaman lebih 3 km. Kemudian batuan rekahan yang di dalamnya terkandung reservoir fluida.

Batuan rekahan yang di dalamnya terkandung reservoir fluida itu terletak di atas batuan panasnya. Dan batuan penudung yang berupa lempung ubahan, ia menyelimuti reservoirnya. Dengan demikian kita bisa kenali sistem geothermal.

Dengan adanya tanda-tanda yang terdapat di permukaan bumi yaitu sumber air panas, semburan uap, belerang maupun lumpur panas. Tanda-tanda tersebut dikarenakan pemanasan fluida hidrotermal.

Sistem geothermal dikategorikan sesuai temperatur reservoir dan fasa. Pada fluida reservoir. ada 3 macam berdasarkan temperaturnya yaitu geothermal dengan suhu tinggi lebih dari 225 derajat celcius.

Untuk yang sedang memiliki suhu 125-225 derajat celcius, dan suhu rendah yaitu kurang dari 125 derajat. Sedangkan dilihat pada fasa fluida maka sistem panas bumi didominasi uap, air atau keduanya.

Pemanfaatan Pengeboran Panas Bumi Atau Geothermal

Energi geothermal dapat digunakan dan dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan tidak langsung yaitu energi listrik, akan tetapi secara langsung dipakai untuk kolam renang dan lainnya.

Untuk pemanfaatan langsung bisa berbeda-beda sesuai dengan kreativitas dan inovasinya sendiri-sendiri. Sehingga tidak hanya untuk kolam renang, para petani dan budidaya ikan juga bisa memanfaatkannya.

Sedangkan di Indonesia pemanfaatan energi secara langsung dipakai untuk proses industri, agroindustri ataupun pariwisata. Walaupun tidak dilakukan pengeboran, akan tetapi sangat banyak manfaatnnya untuk manusia.

Menggunakan panas bumi mengeluarkan emisi yang rendah, hal tersebut dikarenakan untuk pembangkit listrik secara tidak langsung. Dalam proses pembangkit listrik, fluida telah mendinginkannya terlebih dulu kemudian direinjeksi kebawah bumi.

Ia akan menuju ke daerah reservoir sehingga terjadilah siklus pemanasan, pemanfaatan dan lainnya. Hal tersebut juga agar lingkungan tidak tercemari oleh fluida. Sehingga tidak akan berbahaya terhadap lingkungan sekitar.

Keberadaan geothermal di Indonesia banyak di daerah pegunungan maupun pulau-pulau kecil. Wilayah yang banyak kandungan tersebut yaitu Indonesia timur yang sudah memanfaatkan energi untuk pembangkit listrik.

Hal tersebut sangat menguntungkan dan menjadi sumber energi terbarukan yang dicanangkan pemerintah. Dengan begitu pemerintah juga menggunakan strategi pengeboran panas bumi atau geothermal agar tidak ada risiko pengusahaan panas buminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *