Artikel Alat BeratPenjelasan Tentang Perbedaan dari Metode Trenchless

June 2, 2021by XCMG Indodrill0

Mikrotunneling dan HDD merupakan cara untuk memasang pipa tanpa parit. Biasanya hal ini dimanfaatkan untuk pemasangan kabel air, listrik, gas, telekomunikasi, dan juga saluran pembuangan.

Kedua metode di atas sangat terkenal karena sifatnya fleksibel dan tidak mengganggu sekitarnya. Untuk jejak karbon yang ditimbulkan juga lebih rendah daripada menggunakan metode terbuka.

Hanya saja metode ini punya beberapa perbedaan khusus. Maka dari itu setiap kontraktor harus memahami macam-macamnya supaya dapat memilih metode yang tepat ketika mengerjakan sebuah proyek.

Perbedaan HDD dan Mikrotunneling Dilihat dari Launch

  1. HDD itu teknik pemasangannya tanpa parit dan biasanya digunakan untuk memasang jaringan pipa. Metode ini tidak membutuhkan proses penggalian poros. Sehingga cara kerjanya menjadi lebih fleksibel.

Hanya saja dalam hal ini membutuhkan ruang kerja yang cukup untuk menyimpan pipa serta peralatan tambahannya. Sehingga pekerjaannya bisa berjalan dengan sempurna tanpa ada kekurangan sedikit saja.

  1. Microtunneling merupakan teknik instalasi yang dikerjakan menggunakan remote control khusus dengan bantuan laser. Metode ini akan membantu kontraktor untuk melakukan pekerjaan penggalian secara khusus.

Karena sudah dilengkapi dengan dinding dorong dan sistem jacking. Biasanya metode ini dimanfaatkan untuk pemasangan jaringan pipa pada infrastruktur jalan raya, sungai besar, jalur kereta api, dll.

Perbedaan dari Jenis, Ukuran, serta Akurasi Tanahnya

  1. HDD itu lebih efektif digunakan untuk pasir non kohesif, tanah liat, dan juga tekstur yang berlumpur. Karena kemampuannya tersuspensi ke dalam cairan pengeboran secara langsung.

Biasanya jenis ini dimanfaatkan untuk proses instalasi panjang hingga melebihi 1800 meter dengan kedalaman sampai 15 m. Untuk diameter pipanya bervariasi mulai dari 50mm sampai dengan 1200 mm.

Tingkat akurasinya kurang lebih sampai 100 mm. Bila dipakai untuk menutup tanah yang dangkal biasanya akan membuat gerakan tanahnya naik turun dan kehilangan cairan pengeboran.

  1. Mikrotunneling dapat bekerja dengan baik pada tanah yang lunak. Namun meski begitu alat ini bisa dimanfaatkan untuk pengeboran semua jenis tanah termasuk batuan keras.

Panjang instalasinya mencapai 225 meter lebih dan tingkat kedalamannya bervariasi. Untuk ukuran diameter pipanya bermacam-macam, mulai dari 250-3000 mm. Selanjutnya untuk tingkat akurasinya kurang lebih 10 mm.

Perbedaan Keduanya Bila Berdasarkan Fungsinya

  1. HDD itu bentuknya melengkung ke tanah sehingga tidak bisa dipakai untuk memasang pipa. HDD lebih cocok untuk pemasangan kabel, saluran air, pipa gas, dan pembuangan. Biasanya metode ini murah.
  2. Mikrotunneling itu baik untuk pemasangan saluran pipa air, gas, dan kabel. Biasanya harganya lebih mahal karena biaya perawatannya rendah setelah pemasangan. Sehingga cara ini lebih sering dipilih.

Perbedaan Keduanya Dilihat dari Proses Pengeboran

  1. HDD menggunakan 2 tahapan dalam pengeboran. Yaitu menggunakan pengeboran lubang pilot berukuran 1-5 inch. Selanjutnya melibatkan alat tambahan untuk membesarkan lubang yang telah dibor tersebut.
  2. Mikrotunneling itu cara kerjanya dengan menggali hingga kedalaman instalasi pipa. Metode ini butuh tanah yang stabil supaya dapat bekerja dengan sempurna sesuai dengan kebutuhan.

Karena bila tanahnya kondisinya tidak stabil, hal tersebut bisa membuat cara kerjanya menjadi tidak sempurna seperti yang diharapkan oleh para kontraktor. Maka dari itu perhatikan dulu tekstur tanahnya.

Tips Menentukan Pilihan antara HDD dan Mikrotunneling

Dalam memilih antara HDD dan mikrotunneling itu harus dilihat dari beberapa faktornya dulu. Misalnya saja seperti material pipa, ukuran, dan kondisi tanahnya. Berikut penjelasannya lebih lanjut.

  1. Bila akan memasang pipa dengan tekanan air, gas, pipa kabel, serta saluran pembuangan pompa, sebaiknya gunakan HDD. Selain sesuai dengan prosesnya, biayanya lebih hemat.
  2. Bila membutuhkan tingkat akurasi yang lebih tinggi, begitu juga dengan keandalannya, maka microtunneling solusinya. Hanya saja biayanya lebih mahal sehingga perlu diperhatikan lagi budgetnya.
  3. Jika akan mengerjakan proyek dengan anggaran kecil, namun tidak begitu memperhatikan akurasi dan biayanya, sebaiknya pilih HDD. Namun bila sebaliknya sebaiknya pilih microtunneling karena lebih bagus akurasinya.

Jadi seperti itulah seluk beluk dari perbedaan metode pengeboran yang perlu diperhatikan. Dengan memahami perbedaan antara HDD dan mikrotunneling, maka Anda bisa memilih mana yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *