Proses Pengerjaan Bor Pile Pondasi Manual untuk Konstruksi Bangunan

bor pile pondasi manual

Bor pile pondasi manual atau lebih dikenal dengan sebuat strauss pile merupakan salah satu teknik yang biasa digunakan untuk proses pembuatan pondasi. Adapun penggunaan metode tersebut ternyata semakin banyak diminati oleh masyarakat karena sejumlah keuntungan di dalamnya. Bahkan dengan harga murah, seseorang bisa mendapatkan kualitas terbaik.

Penggunaannya sendiri dapat diaplikasi pada berbagai macam struktur konstruksi bangunan mulai dari beban ringan hingga menengah. Yang mana berguna untuk memperkuat pondasi dasar dangkal sehingga mampu menambah daya dukung dari pondasi dasarnya. Semakin besar daya dukungnya, maka akan membuatnya semakin kuat dan kokoh.

Di samping itu, hal tersebut juga dapat meminimalisir adanya risiko pergeseran maupun penurunan yang dapat memicu kerusakan pada sebuah konstruksi bangunan. Tidak heran apabila hasil umur dari konstruksi bangunan lebih awet, nyaman serta mampu memberikan keamanan bagi para penggunanya. Itulah sebabnya apabila Anda hendak membuat konstruksi sebuah bangunan, maka cara tersebut dapat digunakan.

Seperti judulnya, teknik pembuatan pondasi tersebut dilakukan dengan cara mengebor secara manual. Prosesnya sepenuhnya juga akan memanfaatkan tenaga manusia. Penerapan bor pile pondasi manual biasanya juga sangat direkomendasikan buat konstruksi struktur bangunan dengan pondasi dangkat pile cap maupun foot plate.

Bagaimana Proses Pengerjaan Bor Pile Pondasi Secara Manual?

Bangunan yang memiliki struktur bangunan hingga 4 lantai ke atas sangat tidak disarankan buat menggunakan metode diatas karena kemampuan dari strauss pile hanya pada kedalaman 8 meter ke bawah saja. Walaupun dibeberapa tempat dapat mencapai hingga 8 sampai 10 m, tetapi biasanya teknik pengecorannya menjadi kurang maksimal.

Dalam penerapannya, penggunaan teknik bor pile pondasi manual inipun mempunyai beberapa tahapan yang harus dilewati. Untuk Anda yang ingin mengetahui bagaimanakah proses pengerjaan dengan menggunakan metode tersebut maka bisa langsung menyimak ulasan dibawah ini.

1. Proses persiapan

Tahap paling awal merupakan proses persiapan di mana lokasi akan dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian masuk ke dalam pembuatan bedeng pekerja dan sanitasi MCK apabila lokasi memungkinkan. Selain itu, setting out gambar dengan proses pemasangan bow plank dan dilanjutkan dengan adanya pemberian titik untuk membuat pondasi.

Adapun beberapa peralatan atau material yang harus disiapkan di antaranya adalah air kerja, besi beton, koral, pasir halus, semen hingga molen site mix untuk memberikan kemudahan dalam proses pengadukan. Jika sudah, maka bisa dilanjut ke tahap berikutnya yakni pengeboran.

2. Tahap pengeboran

Pada tahap inilah, seorang ahli bor pile pondasi manual akan langsung didatangkan. Dilanjutkan dengan pengaturan alat dan persiapan untuk melakukan pengeboran. Untuk prosesnya dapat dimulai dengan alat bore pile manual yang menggunakan mata bor khusus.

Dua orang akan memegang bagian stang bor dan mata bor dimana akan diarahkan di titik pondasi. Alat tersebut akan ditekan dan diputar hingga mata bor terisi tanah.

3. Proses pembesian

Proses berikutnya adalah proses pembesian dimana dimulai dengan membuat sengkang. Biasanya akan menggunakan besi 8 mm polos dan dibentuk spiral menggunakan alat gulungan. Jika sudah, maka dapat direnggangkan dengan jarak sengka 15-20 cm. apabila proses ini sudah dilakukan, maka bisa langsung dimasukkan ke dalam lubang bor manual.

4. Pengecoran

Tahapan terakhir adalah proses pengecoran. Di mana ini merupakan proses pembuatan adukan beton dan semen. Proses pengecoran harus dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari danya korosi tanah yang dapat terjadi.

Perbedaan Bor Pile Manual (Strauss Pile) dengan Cakar Ayam

Sebagian besar dari masyarakat pasti akan bertanya-tanya apa sebenarnya perbedaan dari bor pile manual dengan cakar ayam? Apabila jika dilihat sekilas, keduanya memang terlihat mempunyai kemiripan, tetapi ternyata terdapat sejumlah perbedaan di dalamnya. Di antaranya adalah :

  1. Pondasi jenis strauss pile masuk ke dalam jenis pondasi dalam, sedangkan untuk cakar ayam sendiri ke dalam golongan dangkat
  2. Biasanya metode diatas digunakan untuk beban bangunan rendah hingga menenang. Sedangkan untuk cakar ayam hanya dapat digunakan untuk bangunan lebih ringan.
  3. Membutuhkan adanya penggunaan alat berat seperti bor tangan maupun alat berat lainnya untuk proses pengeborannya. Sedangkan untuk cakar ayam biasanya hanya menggunakan cangkul ataupun excavator untuk proses penggalian tanahnya.
  4. Strauss pile dapat digunakan untuk bangunan 2 lantai tetapi apabila diterapkan pad lokasi dengan kondisi tanah tidak jelek, maka bisa digunakan untuk rumah dengan banyak lantai 3.

Penggunaan proses pembuatan pondasi secara manual ternyata semakin banyak dipilih oleh masyarakat karena sejumlah keuntungan yang terdapat didalamnya. Salah satunya adalah penggunaan bor pile pondasi manual. XCMG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *